Penyakit Bloger dan SEOers Got another nice picture :)
Feb 17

Lagi Blogwalking mampir ke blognya Cosa. Di sana membaca laporan dari Mas Cosa yang diundang mengisi Talk Show “Blog as a Business”. Hal yang menarik dari seminar itu yaitu adanya pernyataan mungkin ya bukan pertanyaan dari salah seorang peserta. Berikut cuplikannya yang diambil dari Blognya Cosa juga.

“Beberapa waktu lalu sebenarnya saya sudah berniat untuk membuat blog. Namun setelah menghadiri acara seminar ini dan melihat pembicara-pembicaranya yang aneh, saya menjadi berpikir ulang dan lebih berniat untuk mundur. Sebagai seorang praktisi akademis, saya merasa ilmu saya akan menjadi sia-sia dan tidak dihargai apabila diletakkan begitu saja di blog.”

Dari sini saya berpetualang blog lagi, menemukan berbagai tanggapan di blog - blog lain, dan juga tanggapan dari orang - orang yang hadir juga seperti TikaBanget, Anto, Ellizu, trus siapa lagi ya tadi T.T link nya udah kehapus, maaf buat yang tadi saya sudah kunjungi tapi tidak masuk di sini.

Menanggapi pernyataan tersebut, saya langsung teringat pada salah satu artikel yang pernah ditulis oleh Fatih Syuhud tentang bagaimana dengan semakin banyak memberi maka kita akan semakin banyak menerima. Terutama untuk di dunia internet. Semakin banyak ilmu atau postingan yang bermanfaat bagi banyak orang, maka kita akan menerima lebih banyak, entah itu ucapan terima kasih, komentar, kunjungan dan lain - lain. Selain itu juga semakin banyak kita memberi komentar dan memberikan kunjungan ke blog lain, maka kita juga akan menerima lebih banyak. Untuk artikel dari Mas Fatih tentang ini saya coba cari linknya lagi, tapi sedikit sulit karena dulu saya baca di blognya yang di blogspot, namun karena suatu hal blog tersebut hilang datanya kalau tidak salah.

Memberikan Ilmu yang sudah dengan susah payah kita peroleh dengan jerih payah, waktu dan juga modal yang tidak sedikit begitu saja dengan gratis kepada orang lain mungkin memang aneh. Tetapi mungkin dapat dilihat lagi dari segi jenis Ilmu apa yang diberikan, bagaimana memberikannya, dan siapa yang memberikan. Tanggapan mengenai ilmu yang cukup menarik oleh Ellizu yaitu ilmu adalah mutiara , cuplikan simpulannya seperti ini :

“1.Sebagian orang beranggapan bahwa ilmu merupakan sebuah mutiara yang mahal harganya, makanya kita gak boleh jual murah. Semua harus ada nilai profitnya. Apalagi untuk sebuah seminar ato pelatihan, konsultasi atau nanya2 ringan aja harus ada duitnya. Ujungnya2 dinegara kita sekolah dan kuliah mahal banget, dan diundang ngisi seminar bagi2 ilmu juga taripnya harus mahal. Mungkin itu landasannya kenapa kaum akademis menganggap bikin blog bagi2 ilmu gratis tidak menarik dan sia2, soale gak ada duitnya,hehehe..

2.Ada juga yang beranggapan bahwa ilmu merupakan sebuah mutiara yang mahal harganya. Dan apabila kita bisa berbagi ilmu itu kepada yang lain, maka harga dan nilai ilmu kita yang akan bertambah mahal. Mereka yakin ilmu kalo dibagi2 tidak akan habis, malah akan bertambah. Bisa memberi ilmu kepada yang lain menjadi suatu keistimewaan. Orang yang seperti ini biasanya seneng bagi2 ilmu suka2, buka pelatihan gratis, workshop gak bayar malah pada dibeliin kopi, gak mikirin profit. Mereka yakin kalo materi akan datang dengan keikhlasan bagi2 mutiara itu. Dan profit akan datang bukan dari “jual” ilmu, tapi dari ‘dunia lain’.hehehe… dan mas Cosa kayanya ada di barisan kedua ini,bener gak mas Cosa?

Sama2 “mutiara” cuman beda cara jualnya…”

Selain itu Ilmu tidak hanya berupa Ilmu - ilmu secara akademis saja, tetapi pengalaman - pengalaman keseharian yang aneh dan unik juga mungkin dapat menjadi ilmu bagi orang lain. Lagipula tujuan dari membuat blog setiap orang berbeda - beda. Ada yang memang ingin berbagi ke orang lain, ada yang membuat blog  sebagai sarana untuk berbisnis dan sebagainya. Jadi bila memang tidak ingin membagikan ilmunya ke dalam Blog, dapat membuat blog untuk tujuan yang lain. Hehe… Hidup Bloger !! :)

written by riadi

11 Responses to “Berbagi Ilmu dan Memberi di Internet”

  1. jimmy Says:

    setuju.. semakin banyak memberi maka kita akan semakin banyak menerima.. peserta seminar yang disebutkan om Cosa itu, sebetulnya dia lah yang aneh, berbagi ilmu koq sia-sia? bukankah akan tambah bermanfaat buat orang lain? ketauan deh dia tuh orang pelit.. waduh koq jadi emosi gini ya :(


    riadi : sabar…sabar hehe :)

  2. selvy Says:

    Ini kontroversial yah. Gw jg kadang suka mikir gitu. Ilmu koq dibagi2, wong gw ajah training mahal, ngapain bagi2 gratis >.< Yah, saya masih manusia, jadi egoisnya suka muncul bgitu…

    Tapi yah intinya mesti pilah2 juga lah, berbagi itu ada batasnya, yg penting berbagi sesuai kemampuan, klo berbagi kelebihan bisa kedodoran sendiri juga, iya ga?

    Hehe, saya mampir koq malah ngoceh :P Thanks for the inspiration yah, mas! ;)


    riadi : yups sama2 :) hehe gpp koq ini emang tempat buat ngoceh hehe, setuju juga harus dipilah - pilah ilmunya

  3. eko purwanto Says:

    Satu lagi mas…selain gak pelit tapi harus ikhlas. Ketika kita berbuat sesuatu kebaikan dengan keikhlasan, maka yakin aja deh.. Tuhan bakalan ngasih kita lebih besar dan berlipat dari apa yang kita beri (baca:lakukan).Tapi semakin kita punya prinsip kayak praktisi tu, yakin juga Tuhan bakal mengurangi apa yang seharusnya dia dapat. Jadi MARI BERBAGI TANPA MENGHARAP APAPUN, MAKA KITA AKAN MENDAPAT (BAHKAN) YANG TAK PERNAH TERLINTAS DALAM PIKIRAN KITA
    DUNK…


    riadi : sep :) jempol :;

  4. wennyaulia Says:

    mungkin, ini mungkin lho, si bapak itu mengartikan ilmu tidak akan jadi sia-sia jika ada timbal balik nyata yg beliau terima [baca:materi] :D


    riadi : yup mungkin jg :) rancu juga soalnya..saya juga ga liat materinya

  5. Zee Says:

    aq sependapat dgn selvy. kadangkala ada ilmu yg memang ingin qt simpan sendiri sbg bentuk egoisme manusia, tp biasanya…. lama setelah itu qt toh sadar juga, ga ada gunanya menyimpan ilmu itu sendiri. toh membagi ilmu k org lain blm tentu menjadikan org itu sama pintarnya dgn kita (halaqhh.. .trs sok jago…ahahaha), krn selain diamalkan jg butuh kreativitas kan? klo ternyata org itu jd lbh pinter dr kita, setidaknya ilmu yg qt bagi itu berguna buat mereka kan… **kayak guru, pahlawan tanpa tanda jasa…. :)



    riadi : nice opinion :)

  6. Hans Says:

    Setuju ma ilmu mutiara nomer 2. Ga akan ilang or even berkurang, malah makin nambah n kita yg punya ilmu jadi makin paham, makin ngerti, makin pinter, pokonya makin siiiip lah…

    Itung2 bisa bantu pemerintah buat ‘mencerdaskan kehidupan bangsa’, he3.

  7. ario dipoyono Says:

    klo di dunia IT mas, mba, pak lek, bu lek, mbah kakung mbah istri… Ilmu harus di bagi. Karena begini menurut betoro kolo… klo ilmu itu di beri ma orang lain dan orang lain itu mengamalkan untuk kebaikan maka kita akan juga dapat pahala, dan di cerita pewayangan ga ada ceritanya orang yang memberikan ilmunya terus bodo … ora ono


    riadi : njeh mas :) hehe…hatur nuwun…bagi ilmu dong mas :D

  8. vi3 Says:

    wah cupet banget ya pikiran orang yang jadi peserta seminar itu… ga jadi ngeblog gara-gara merasa ga dihargai pemikirannya kalo diletakkan di blog… sebagai praktisi akademis juga, vi3 emang jarang menulis hal-hal yang serius dan berbau akademis di blog.. karena emang tujuan awal vi3 ngeblog cuman buat seneng2 aja.. buat nambahin temen.. kalo perkembangan blog yang sekarang khan ke arah content yang berat2 gitu.. serius euy..

  9. aRuL Says:

    yah itu pak, mungkin manfaat blog/internet harus juga dijelaskan oleh orang2 akademis yang menggunakannya, sehingga mereka menceritakan pengalamannya.

  10. cewektulen Says:

    blog adalah model media baru yang bisa dimanfaatkan jika ingin berbicara tanpa “sensor” dan kritis..

  11. Alim Mahdi Says:

    Berbagi tulisan atau ilmu itu ibarat ber-sedekah atau ber-infaq. atau dalam bahasa umumnya berbagi kebaikan atau amal yang terpuji. Ibarat orang yang berbuat baik kepada orang lain maka orang lain akan bersikap demikian dg kita. Balasan kebaikan tidak harus dari orang yang kita baikin, tp bisa jadi dari siapa saja yang kita tdk tahu asalnya. Orang yang tidak mau berbagi itu disibut juga : “________”. Wallahu’alam

Leave a Reply