Drowning city unknown…
Nov 29

Ni dapet crita bagus and bermakna, dikirimin ma temen hehe, try to read it :) mungkin ada yang udah sering denger critanya..

Suatu hari aku memutuskan untuk berhenti …
berhenti dari pekerjaanku,
berhenti dari hubunganku dengan sesama
dan berhenti dari spiritualitasku.
Aku pergi ke hutan untuk bicara dengan Tuhan
untuk yang terakhir kalinya.
“Tuhan”, kataku.
“berikan aku satu alasan untuk tidak berhenti?”

Dia memberi jawaban yang mengejutkanku.
“Lihat ke sekelilingmu” , kataNya. “Apakah engkau memperhatikan tanaman pakis dan bambu
yang ada di hutan ini?”.

“Ya”, jawabku.
Lalu Tuhan berkata, “Ketika pertama kali Aku menanam mereka,
Aku menanam dan merawat benih-benih mereka dengan seksama.
Aku beri mereka cahaya. Aku beri mereka air.
Pakis-pakis itu tumbuh dengan sangat cepat.
Warna hijaunya yang menawan menutupi tanah.
Namun, tidak ada yang terjadi dari benih bambu.
Tapi, Aku tidak berhenti merawatnya..”

“Dalam tahun kedua, pakis-pakis itu tumbuh lebih
cepat dan lebih banyak lagi.
Namun, tetap tidak ada yang terjadi dari benih bambu.
Tetapi Aku tidak menyerah terhadapnya. ”

“Dalam tahun ketiga tetap tidak ada yang tumbuh dari
benih bambu itu, tapi Aku tetap tidak menyerah.
Begitu juga dengan tahun ke empat.. ”

“Lalu pada tahun ke lima, sebuah tunas yang kecil
muncul dari dalam tanah.
Bandingkan dengan pakis, itu kelihatan begitu kecil
dan sepertinya tidak berarti.
Namun enam bulan kemudian,
bambu ini tumbuh dengan mencapai ketinggian lebih dari 100 kaki.
Dia membutuhkan waktu lima tahun untuk menumbuhkan akar-akarnya.
Akar-akar itu membuat dia kuat dan memberikan
apa yang dia butuhkan untuk bertahan.
Aku tidak akan memberikan ciptaanku tantangan yang tidak bisa mereka tangani.

“Tahukah engkau anakKu, dari semua waktu pergumulanmu,
sebenarnya engkau sedang menumbuhkan akar-akarmu?
Aku tidak menyerah terhadap bambu itu.
Aku juga tidak akan pernah menyerah terhadapmu. ”

Tuhan berkata “Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain.
Bambu-bambu itu memiliki tujuan yang berbeda dibandingkan dengan pakis.
Tapi keduanya tetap membuat hutan ini menjadi lebih indah.”

“Saat mu akan tiba”, Tuhan mengatakan itu kepadaku.
“Engkau akan tumbuh sangat tinggi”
“Seberapa tinggi aku harus bertumbuh?” tanyaku.
“Sampai seberapa tinggi bambu-bambu itu dapat tumbuh?” Tuhan balik bertanya.
“Setinggi yang mereka mampu?” Aku bertanya..
“Ya.” jawabNya,
“Muliakan Aku dengan pertumbuhanmu, setinggi yang engkau dapat capai.”

Lalu aku pergi meninggalkan hutan itu, menyadari bahwa
Allah tidak akan pernah menyerah terhadapku.
Dan Dia juga tidak akan pernah menyerah terhadap Anda.
Jangan pernah menyesali hidup yang saat ini Anda jalani
sekalipun itu hanya untuk satu hari.
Hari-hari yang baik memberikan kebahagiaan;
hari-hari yang kurang baik memberikan pengalaman;
kedua-duanya memberi arti bagi kehidupan ini.

God Bless You…

written by riadi

2 Responses to “Bambu dan Pakis..”

  1. Felicia Says:

    KEREN BANGET… stuju… ;)

  2. aldi Says:

    hehehe klo di kantor yg sekarang ada ikatan dinas selama lima taun ..
    hhehehe apakah ini pertanda.. klo setelah lima tahun itu harus ..

Leave a Reply