Nov 27

Butuh kekuatan untuk menyiapkan sesuatu hal
Butuh keberanian untuk menolak sesuatu hal

Butuh kekuatan untuk merasakan kesakitan kawanmu,
Butuh keberanian untuk merasakan kesakitanmu sendiri

Butuh kekuatan untuk menyembunyikan rasa sakitmu,
Butuh keberanian untuk menunjukkan rasa sakitmu

Butuh kekuatan untuk menahan siksaan,
Butuh keberanian untuk menghentikannya

Butuh kekuatan untuk berdiri sendiri,
Butuh keberanian untuk bergantung pada orang lain

Butuh kekuatan untuk mengasihi,
Butuh keberanian untuk dikasihi

Butuh kekuatan untuk bertahan hidup,
Butuh keberanian untuk hidup

written by riadi

Nov 27

Suatu ketika si sebuah pulau hiduplah semua perasaan kehidupan seperti Kebahagiaan, Kesedihan, Pengetahuan, dan Perasaan lainnya termasuk juga kasih.

Suatu hari, diumumkanlah kepada mereka semua bahwa pulau tersebut akan tenggelam ke dasar laut. Maka, semua perasaaan menyiapkan perahu mereka untuk meninggalkan pulau. Akhirnya, hanya Kasih yang masih tertinggal. Kasih ingin bertahan di pulau tersebut sampai saat-saat terakhir.

Ketika pulau tersebut hampir tenggelam, Kasih memutuskan untuk segera meninggalkan pulau. Ia pun mencari seseorang untuk meminta pertolongan.
Tidak lama kemudian, kekayaan melintasi pulau dengan perahu yang sangat besar. Ia mengatakan, “Kekayaan dapatkah akumenumpang di perahumu?”. Kekayaan menjawab, “Maaf, di sini banyak emas dan perak tidak ada lagi tempat untukmu.”

Kemudian, Kasih memutuskan untuk meminta pertolongan kepada Kesombongan yang lewat dengan perahu yang cantik, “Kesombongan tolinglah aku.”
“Aku tidak dapat menolongmu”, kata Kesombongan, “Kau basah dan akan merusak perahu cantikku.”

Kemudian kasih melihat kesediahan lewat. Kasih berkata, “Kesedihan bawalah aku bersamamu”. Kesedihan menjawab “Maaf Kasih saat ini aku ingin sendirian.”

Kemudian Kasih melihat Kebahagiaan. Kasih pun menangis, “Kebahagiaan bawalah aku bersamamu.” Ternyata kebahagiaan begitu mabuk dengan sukacita, sehingga ia tidak mendengar seruan sang Kasih. Kasih pun menangis dan terus menangis.

Tiba-tiba kasih mendengar satu suara,”Kemarilah Kasih, aku akan membawamu bersamaku.” Itu adalah suara seorang tua. Kasih begitu merasa sangat diberkati dan penuh dengan sukacita, sehingga ia lupa menanyakan nama orang tua itu. Ketika mereka tiba di pulau seberang , si orangtua segera pergi. Kasih baru menyadari betapa besar pertolongan si orang tua tersebut. Kasih melihat kepada Pengetahuan dan bertanya “ Siapakah orang tua yang menolongku?”
“Itu adalah waktu,”jawab Pengetahuan. Mengapa waktu menolongku sedangkan yang lain tidak?” tanya kasih.

Pengetahuan tersenyum. Dengan bijaksana dan tulus ia menjawab “Karena hanya waktu yang dapat mengerti betapa bernilainya Kasih.”

written by riadi

Nov 27

it’s just a simple matter
nothing special
nothing big
nothing terrible..
So…..
Why you should think about it
Don’t waste your time
Just pass it
And
Forget it
Bye….bye

11Sept’06, Kos2an

written by riadi

Nov 27

Aku ingin engkau tahu…
Tentang rasa ini…
Sebuah rasa yang sulit terungkap..
Hati ini terasa hangat
Ketika engkau datang menemani
Memberikan seberkas cahaya di hatiku yang gelap
Haruskah aku ungkapkan..
Aku ingin engkau memahami..
Tentang hidupku..
Dapatkah engkau lihat di mataku…
Aku ingin engkau melihatnya..
Rasa yang terpendam ini
Ijinkan aku mengungkapkan….

Kamarku, 20/11/05

written by riadi

Nov 27

Aku teringat saat itu…
Ketika aku sendiri….
Mencoba menutup luka
Luka yang sekian lama terbuka
Menunggu untuk terobati
Menanti…
Ketika aku temukan obat….
Apakah benar…manjur?
Haruskah waktu yang menutup luka ini….?
Sendiri lagi..?

My Room 11/11/05

written by riadi

Nov 27

Satu nafas..
Berjuang di dalam hidup
Di tengah gemerlap…sinar kota..
Dengan berbagai cobaan…
Merantau…..membawa semua..
Bertaruh…
Pada nasib….dan usaha..
Sendirikah…atau tidak..
Berartikah darah ini…

 

Ya! BERARTI…..
Jangan engkau lupa…

 

Jogya, 06/11/05

written by riadi

Nov 27

Ini ada tutorial buat yang lagi ngeblog pake wordpress.

Tutorialnya pake bahasa Indonesia koq:)

Wordpress Indonesia

written by riadi

Nov 27

Kuchiki Byakuya fight

Jiraiya’s Decision

written by riadi